Oleh: sulur | 17 Juli 2013

Sistem Informasi Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai sarana Identifikasi Manusia

Saat ini belum ada sistem informasi rekam medis gigi yang dapat dihubungkan dengan sistem yang lebih besar sesuai standar nasional. Sehingga  diperlukan suatu rancangan  sistem pendukung keputusan  (odontogram) sebagai rekam medis pasien gigi dan sarana identifikasi manusia.

Pada kejadian peperangan, terorisme, kasus kejahatan kriminal, kejadian orang hilang, bencana maupun kecelakaan transportasi menimbulkan korban tidak dikenal sehingga perlu diidentifikasi. Identifikasi manusia dilakukan dengan melakukan pemeriksaan berdasarkan beberapa metode identifikasi, diataranya identifikasi secara medis, identifikasi gigi, serologi forensik (DNA) dan sidik jari. Pada kasus korban tanpa identitas atau anggota tubuh terbakar, membusuk dan kondisi tinggal tulang maka identifikasi gigi dapat digunakan sebagai alternatif. Informasi gigi yang lengkap dapat diperoleh dari data rekam medis gigi sesuai standar.

Standar rekam medis kedokteran gigi harus digunakan oleh seluruh petugas kesehatan gigi di sarana pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di institusi pendidikan. Selain itu Dinas Kesehatan sebagai lembaga yang menyiapkan kebijakan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di suatu wilayah sangat berperan dalam membiasakan penggunaan rekam medis di sarana pelayanan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan studi pendahuluan tentang penggunaan rekam medis gigi  yang dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Nopember 2009 di beberapa sarana pelayanan kesehatan gigi di Kota Semarang, Lamongan, Surabaya dan Denpasar dan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang  diperoleh data sebagai berikut :

  1. Tenaga kesehatan gigi yang membuat rekam medis gigi yaitu dokter gigi, perawat gigi, tenaga administrasi atau staf klinik. Rekam medis gigi dibuat dalam bentuk kartu maupun lembaran kertas.
  2. Dari 5 buah rumah sakit (milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, instansi Polri dan swasta) hanya 2 rumah sakit yang menggunakan kartu rekam medis gigi sesuai standar.
  3. Sarana pelayanan gigi di puskesmas dan 10 praktek dokter gigi swasta yang diamati belum menggunakan rekam medis gigi sesuai standar. Di Klinik Gigi Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang belum memiliki bagian rekam medis.
  4. Alasan belum digunakan rekam medis gigi sesuai standar adalah : blanko odontogram tidak tersedia, kesulitan penulisan/koding karena banyak kode yang harus dihafal, belum terbiasa menggunakan koding sesuai standar, perilaku masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi tidak hanya di satu sarana  pelayanan.

Kualitas informasi yang dihasilkan dari rekam medis dapat disimpulkan bahwa informasi tidak dapat diperoleh dengan mudah bila dibutuhkan. Karena dibuat secara konvensional informasi tidak lengkap sehingga informasi yang diperoleh tidak sesuai dan tidak akurat serta tidak ada relasi antara hasil pemeriksaan dengan data perawatan; masih menyulitkan untuk keperluan manajemen maupun bila dibutuhkan secara mendadak untuk identifikasi pasien.

Bila Anda tertarik silahkan membaca artikel di link berikut ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: